Langsung ke konten utama

Postingan

ASSALAMUALAYKUM 2016, TERIMAKASIH 2015

Kata assalamualaykum adalah pembuka, doa dan harapan. Semoga hari pertama di tahun 2016 ini menjadi pembuka yang baik, membuka mata,hati, dan pikiran kita. Semoga awal 2016 ini menjadi awal dari bait-bait doa baik yang tak pernah luput dari hati dan lisan kita. Ya, semoga tahun 2016 tetap menjadi tahun yang penuh harapan, karena harapan akan semakin membuat seseorang merasa lebih hidup. Itulah sebait sapaan awal bagi tahun yang baru. Berbicara tentang tahun baru, mungkin sangatlah wajar jika kita berbicara tentang sesuatu yang baru dan perubahan, seperti semangat baru, resolusi baru dan hal-hal lainnya. Meskipun pada hakikatnya, perubahan tersebut bukanlah menunggu perguliran tahun baru, tapi setiap saat. Karena tahun baru hanya sebuah moment saja. Berbicara tentang resolusi, pernahkah kamu mendengar sebuah pelesetan bahwa resolusi tahun baru ini adalah resolusi tahun baru ini ditambah resolusi tahun lalu yang belum terealisasi (hehe tapi betul juga kan?) Mari kita review kembali. ...

“MENGENALI STRESS SECARA UTUH”

Apakah kamu pernah mendengar kata stress? Atau pernah merasa berada dalam situasi stress? Jadi, apa makna dari stress itu sendiri?  Bagaimana Dampak dan Mengatasinya? Stress adalah pengaruh yang dirasakan dalam diri individu, dimana individu dihadapkan pada kondisi yang menuntut penyesuaian diri dan individu merasa tidak bisa menghadapi tuntutan itu. Stress berkaitan dengan penghayatan individu, penghayatan ada kondisi atau yang diprediksi mengancam yang melebihi kemampuan copingnya. Coping sendiri adalah strategi untuk menyelesaikan masalah atau ancaman pada individu tersebut. Individu memiliki persepsi yang berbeda-beda, karena manusia itu unik. Dan persepsi manusia yang berbeda terhadap stimulus inilah yang akan membedakan makna stress satu dengan yang lainnya. Bisa jadi stimulusnya sama, namun ketika individu yang berbeda menerima stimulus yang sama ini, maka belum pasti stimulus ini menjadi kondisi stress bagi individu yang berbeda itu. Biasanya stress ini berkaitan...

#SurgaYangTakDirindukan

Aku ingin menulis sesuatu, setelah aku berhasil menonton film #SurgaYangTakDirindukan. chekidot!! --------- Bapak : kamu yakin, dia bisa jadi imam yg baik buatmu.<br> Anak : kalau bukan kita yang mempercayainya. Maka siapa yg akan percaya pa..<br> Bapak : lalu, kamu percaya? Anak : atas restu bapak... (Lalu 2 anak manusia itupun menikah)  ---------- sebuah awal yg indah, sebelum pada akhirnya ujian tentang keikhlasan dan pengorbanan itu datang. Aku tak habis pikir, bunda @Asma nadia bisa sebegitu brilian ide ceritanya. Aku sempat bertanya " apakah betul ada dikehidupan nyata ini,seseorang suami menikahi orang lain yg bahkan baru ia kenal tanpa izin istrinya,demi menolong dan memberi kehidupan padacalon istri k&apos;2nya tersebut? Demi memberi kehidupan pada bayi yg ada di perut calon istri k'2nya itu. Sungguh... rasanya, masih ada cara lain. Masih ada hal yg lebih baik dilakukan selain itu. Bukankah setelah selamat, ia bisa membat...

Mengkondisikan Diri, Zero

Pernahkah kamu berada pada sebuah kondisi , dimana kamu merasa sangat ceroboh, menyesa,resah   dan takut, karena ulah keteledoran dirimu sendiri? Ya, saya pernah… Saat seperti itu, kita akan reflex untuk segera beruraikan air mata, tak peduli berapa banyak bulir air yang jatuh dan membengkakkan mata kita. Pada saat itu kita hanya bisa berteriak mengatakan “ Ya Allah…..”. Ya, disaat pertama kali kita tak mampu bersegera berpikir dan berserah, kita hanya bisa “”menangis”. Aku hanya ingin bilang, bersegeralah sadar untuk lekas beristigfar,bertasbih. Jangan marah pada dirimu  sendiri, lekaslah untuk menyadarkan dirimu sendiri bahwa “Taka da salah yang tak bisa diperbaiki, jika itu hak untukmu, pasti untukmu. Berjuanglah semampunya. Dan jika hal itu lepas, berarti bukan untukmu. Terimalah seikhlas mungkin”. Berserahlah segera, menyerahlah hanya pada Allah saja. Saat ikhtiarmu sudah sampai ujung, dan sulit, maka menyerahlah saja.. hanya pada Allah. Dan mungkin...

Belajar Pada Dewasa Sebelum Masanya

Mungkin kita sering melupakan, ada anak-anak diluar sana, yang idealnya menikmati masa bermain. Justru harus memikul tanggungjawab, ia dewasa sebelum waktunya. Menjadi tumpuan keluarga sebelum sebelum masanya . Aku tertampar, dan amat halus. Melihat sebuah tayangan salah satu chanel televisi. Farhan namanya, 12 tahun usianya, tinggal dengan ke 2 adiknya, dan neneknya yang kiranya sudah mulai tak sehat jiwanya, tanpa ayah dan ibu serta saudara. Yang harus bekerja menghidupi ketiga orang tersebut, dengan memulung dan kuli sebisanya. Sekali lagi, farhan namanya, nama yang amat indah. Semua begitu menguras air mata serta pilu. Mungkin kita atau ia pernah berujar “ kenapa hal ini harus menimpa”?, Ya, hanya Allah saja yang Maha Tahu, Yang juga Berhak memberikan surge padanya. Semua terjadi bukan tanpa alasan, justru dengan alasan yang sangat jelas, sudah Allah perhitungkan, hanya saja kita tak mengetahuinya. Seharusnya ini menjadi sebuah kunci, untuk membuka mata hati k...

BERKISAH MIMPI

Mungkin kau lupa. Kita pernah berkisah Tentang hujan, panas, juga rindu. Ya, kau lupa Seperti aku yang juga lupa Siapa temanku berkisah kala itu Karena itu hanya sebuah titik. Tanpa koma. Dalam tidur. Amat cepat Aku terus menepis. Meski jujur nurani. Berbisik menyusuri Ya, itulah wanita katanya Aku berbosan dengan lelah. Aku geram dengan bayangan Aku ingin melupa. Karena memang ku tak mengenal Aku terus mengendus , berpejam hati. Bukan lagi mata Biar aku tenang. Bebas dari rasa. Yang tak jelas tujuan Allahku. Genggamku dalam tenang Hinggaku kembali percaya Ada Engkau yang mengatur segala cerita Kau Yang Kuasa

Melihat lebih dekat, mendengar lebih ikhlas, memahami lebih sabar.

Banyak hal yang ada disekeliling kita yang hanya kita lihat selewat saja, dan akhirnya kita tak mengerti bahwa itu sangat berharga.  Banyak hal di sekeliling kita yang hanya kita dengar berlalu saja, sekedar memperlihatkan rasa iba tanpa ikhlas mendengarnya, dan akhirnya kita tak mengerti bahwa itu sangatlah bermakna. Banyak permasalahan yang ada di sekeliling kita, dan kitapun hanya melewatinya saja dengan percuma, tanpa belajar lebih sabar memahaminya, dan akhirnya kita banyak kehilangan hikmah.  Kitalah yang membatasi diri kita. Andai mata, telinga, hati dan seluruh diri kita kita biarkan melebur dengan segala kebaikan, betapa beruntungnya diri kita.  Salah satu ciri seseorang   yang sehat mental adalah senang hidup dan menolong orang lain. Hakikat dasar manusia salah satunya adalah makhluk social, dan inilah ajang untu mensosialisasikan diri.   Bagaimana tidak, saat kita menolong orang lain, maka kitapun sedang berlaku baik pada diri ...