Langsung ke konten utama

Menyerahlah, Sahabatku yang dahsyat keyakinannya

Menyerahlah, sobatku yang dahsyat keyakinannya


Pesanku, serahkan ikhtiar kita hari ini pada Allah. Biarkan IA yang memang pantas mengaturnya.
Ah…..
Kita nggak layak untuk menyombongkan diri.
Kita memang punya kuasa untuk memberi makna, membentuk keputsan. Namun penentu keputusan, mutlak kuasa Dzat yang Maha Kuasa.

Sobat..
Selupanya diri kita, ketika kita berada di ujung jalan yang terasa buntu, kita pasti ingat Dzat yang Maha menolong. Siapa yang kalian ingat?
Sekerasnya hati kita, ketika kita ingin di anggap baik. Pasti ada yang kita mintai untuk akhrnya meluluhkan hati kita. Siapa yang kalian mintai?
Sobat..
Pasti,
Kita pasti meminta pada Allah.
Kita pasti percaya bahwa IA selalu mampu merubah hal yang mustahil dan sulit menurut kita.
Betul, Penilaian yang akurat hanyalah penilaian Allah.
Ia Maha melihat ko. Nggak akan ada rugi kalo kita benar.
Sedangkan penilaian, mata, dan angka-angka manusia itu kerap meleset.
Maka berdu’alah seperti ini
“ Allahku, aku tahu jika penilaianmu baik terhadapku, maka mudah saja bagiMU untuk menitahkan dunia berpihak memberi segala kebaikan padaku. Meski baikku lebih sedikit dari lalaiku. Maka nilailah aku, Lindungi segala kecerobohan dan kelalaianku. Agar aku mampu mempertegas diri untuk lebih jujur pada alam ini. Untuk mentasbihkan pada semesta akan nama-nama indah milikMU”
Yu’ sobat…jangan terus meresahkan hati akan apa yang ada.
Sungguh itu HANYA SUATU KONSEKUENSI atas keputusan untuk membangun diri atau menjatuhkan diri.
Ikhlaslah, MENYERAHLAH.. MENYERAHLAH..
MENYERAH PADA Tuhan Semesta Alam,
Jangan pernah takut akan penilaian manusia, takutlah akan penilaian Allah.
Aku percaya, Allah maha berkehendak untuk menciptakan segala kemungkinan, memelsetkan yang salah itu jadi benar… maka yakinlah, miliki hati yang besar dan berserah^^.
Ya, di ujung itu. MENYERAHLAH PADA KETETAPANNYA.
Dan kemudian bentuklah diri untuk pantas mendapat syafaat , hadiah darinya.
Semangat akh,
Senyum manismu butuh untuk kau pamerkan pada kebahagiaan sesama^^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ILMU TENTANG CINTA

Apa itu Cinta? yang perlu kita fahami ketika membicarakan cinta, ialah cinta sesuai fitrahnya, kesuciannya, dan makna sebenarnya. Bukan cinta-cintaan (cinta buatan hehe) yang barangkali banyak disalah artikan maknanya dan penerapannya. Allah itu Maha Cinta, sepakat tidak? Ya, coba kita ingat-ingat lagi jika kita meyakini dan memahami dengan hati yang sepenuhnya, segala yang Allah berikan kepada kita selalu penuh dengan kebaikan. Allah menebarkan cintaNya kepada hamba-hambaNya, maka selayaknya kita sebagai hambaNya pun memiliki dan menebarkan cinta tersebut. Cinta = Kebaikan. Jika hari ini kita mengaku menebarkan cinta, menumbuhkan cinta, namun tidak terasa unsur kebaikannya, kebermanfaatannya, maka kita perlu memeriksa kembali, apakah betul itu cinta? Bagiku, cinta itu universal, maknanya umum. Bagimu apakah sama begitu? Cinta pada orang tua, pasangan halal, anak, keluarga, guru, murid bahkan pada pekerjaan yang kita jalankan serta cinta pada diri sendiri (asalkan porsinya ...

“MEMINTA YANG TERBAIK”

Kita sangat sadar bahwa kita adalah manusia yang memiliki banyak sekli keterbatasan. Kita terbatas pada perasaan kita yang kerap kali mengedepankan emosi belaka, kita juga terbatas pada pemikiran kita yang kerap kali mengedepankan logika semata. Pada akhirnya, kita sering khawatir akan segala hal yang melekat pada diri kita. Puncak dari kekhawatiran itu adalah kita senantiasa berusaha melibatkan Allah dalam setiap perjalanannya. Kita meminta yang terbaik menurut-Nya saja, karena pandangan-Nya, pilihan-Nya, pemberian-Nya tak akan pernah ada kesalahan sedikitpun. Kamu, apa juga begitu? Selalu meminta diberikan yang terbaik dalam setiap do’amu? Dalam kondisi tertentu, barangkali kita sering lupa akan do’a itu. Kita lupa, bahwa kita meminta yang terbaik bagi kehidupan kita, bukan meminta yang menyenangkan, bukan juga meminta yang membahagiakan, apalagi meminta yang menurut kita itu keren. Nah, aku ingin bertanya padamu, menurutmu do’amu untuk diberikan yang terbaik bagi kehidup...

CADAR HATI

Aku tak bisa menyentuh mentari, tapi kurasa hangat pun teriknya Aku tak bisa mengambil bintang, tapi kulihat indah dan kerlipnya Aku tak bisa pasti tahu jodohku, tapi aku bisa berikhtiar dalam bingkai terbaik Keniscayaan yang indah, Ada air untuk memadamkan api Ada solusi untuk menemani kesulitan Ada cinta untuk membagi kebahagiaan Belakangan ku tahu, cinta tak pernah meninggalkan duri Dan hati selalu menanti kita rawat Merawat hati dalam mengelola “ingin” dan “butuh” Merawat hati dalam harap dan ketetapan Yang setia dalam penantian Yang setia dalam melayakkan Yang setia dalam anggunnya berakhlak pun berkata Dan yang setia dalam berikhtiar sesuai Allah mau Kau yang merindu, pada sosok yg tak tau siapa, darimana Setialah membenahi sebaik-baiknya pribadi Hati yang perlu kau kelola, dari niat Kesiapan yang perlu kau ukir, membentuk kelayakan Aku menyebutnya seni mengambil jodoh mengambil karena sudah Allah siapkan Dengan mencadari hati Menjaga sampai seharusnya ...